Selasa, 26 Februari 2013

AMALAN

20.15 Posted by Racman D. Gummay No comments


( AMALAN ) KALKULASI DAHSYAT MEMBACA AL QURAN - Rasulullah SAW Bersabda artinya : Barangsiapa yang membaca 50 ayat dalam sehari semalam, maka ia tidak dicatat sebagai seorang yang lalai. Barangsiapa yang membaca 100 ayat, maka ia dicatat sebagai orang yang qaniith taat. barangsiapa yang membaca 200 ayat maka ia tidak akan dibantah oleh al Qur-aan pada hari kiamat. Dan barang siapa yang membaca 500 ayat, maka dicatat baginya perbendaharaan harta berupa pahala (SHAHIIH li ghayrihi HR. Ibnus Sunniy, silsilah ash-shahiihah no. 642-643 sumber penomoran shahiih wa dhaiif al-adzkaar)

Marilah kita coba gabung misalnya dengan Jumlah membaca ayat al Qur-an harian berdasarkan hadits shahiih atau yang disunnahkan dibaca sehari bila kita hitung sbb :

1. Membaca ayat kursi 1 ayat
dibaca setiap selesai shalat [total 5x], pagi [1x] dan petang [1x], sebelum tidur malam [1x] [totalnya 8]

2. Al-ikhlash, al-falaq dan an-Naas [total 15 ayat] Dibaca masing-masing SEKALI setiap selesai shalat [5x15 = 75], pagi petang (masing-masing 3x) [2 x (3x15) = 2 x 45 = 90], sebelum tidur (dibaca secara berurutan 3x) [45] [total 210]

3. Ali Imran 190-200 [10 ayat]
0dibaca ketika bangun tidur [10 ayat]
[total 10 ayat]

4. Al Baqarah 285-286 [2 ayat]
Dibaca ketika sebelum tidur [2 ayat]
[total 2 ayat]

5. Surat as-Sajadah [30 ayat] dan Surat al-Mulk [30 ayat]; total [60 ayat]
Dibaca ketika sebelum tidur [60 ayat]

TOTAL POINT = 290

Nah untuk ini saja totalnya sudah, 290 ayat yang kita baca dalam sehari semalam. Maka kita tinggal memerlukan 210 ayat (dan ini kira-kira setara dengan satu juz, lebih sedikit) al Qur-aan untuk mencapai 500 ayat sehingga kita bisa dicatat pembendaharaan harta berupa pahala..

Marilah kita serius meraih keutamaan ini, jangan lupa standar baca Qurannya disertain dengan terjemahan dan tafsir, sebisanya barengan keluarga sambil membeli kitab tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Fiizilaalil Quran atau ulama terkemuka lainnya diawal generasi Islam para Imam, Syaikh dll.

Kemudian standar yang lain yaitu diamalkan semaksimal mungkin.

Selasa, 19 Februari 2013

( KESEHATAN )

23.58 Posted by Racman D. Gummay No comments


RESEP RASULULLAH SAW DAN HERBAL UNTUK STROKE - Hampir semua orang berlindung dan berharap kepada Allah Ta’ala terhindar dari stroke. Barangkali tiap orang tak bisa membayangkan bila tiba-tiba tubuhnya mengalami kelumpuhan sebelah kiri atau kanan, mulutnya miring , sulit bicara (pelo), apalagi sebagian penderitanya tak kuasa mengendalikan air liur yang mengalir dari sisi bibirnya… Penderita stroke di negeri ini dan di dunia terus meningkat, bahkan angkanya semakin fantastis. Sebuah penelitian menyebutkan 1 dari 6 orang di Indonesia berpotensi terserang stroke atau penderita kelumpuhan ini.




Banyak opini yang menjelaskan bahwa stroke akibat lanjutan dari hipertensi, diabetes mellitus atau gaya hidup yang tak terkontrol sehingga merusak metabolisme tubuh. Tidak sedikit pula yang menyatakan bahwa kelumpuhan sisi tubuh ini tidak ada hubungannya dengan masalah kejiwaan atau tekanan pikiran/stress.

Adapun resep Rosulullah SAW dan herbal untuk penyakit stroke sbb :

Madu (Mel depuratum)

Dalam kitab Sunan Ibnu Majah, dalam sebuah hadits marfu’ diriwayatkan Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu A’laihi Wassallam bersabda, “Barang siapa minum tiga sendok madu dalam tiga pagi saja setiap bulan, niscaya ia tidak akan terkena penyakit berat.” Madu (Al ‘Asal) selain mengandung air, glukosa, fruktosa, sukrosa, dan asam lemak, ia juga mengandung berbagai vitamin. Salah satunya yang berfungsi bagi pengobatan stroke adalah vitamin B1 yang berfungsi untuk menormalisasi kelumpuhan pada syaraf. Selain itu mengandung vitamin E yang berfungsi sebagai antioksidan dan melindungi sel darah merah yang mengangkut oksigen dari kerusakan.

Jelai Gandum (Hordeum vulgare)

Dari Aisyah Rhadiyanllahu Anhu, diriwayatkan bahwa apabila Rasulullah diberi tahu bahwa ada orang yang sakit dan tidak mau makan, beliau berkata, “hendaknya kalian buatkan bubur sya’ir (jelai gandum) dengan daging, lalu suapkan kepadanya.” Beliau bersabda, “Demi Zat yang jiwaku ada di Tangan-Nya, sesungguhnya makanan itu bisa membersihkan perut salah seorang di antara kalian sebagaimana salah seorang di antara kalian membersihkan wajah dari kotoran.” (HR. At-Tirmidzi, Ahmad dan Nasa’i).

Jelai mirip seperti gandum karena berasal dari suku yang sama, Poaceae. Jelai yang dibuat bubur dengan campuran gulai daging (Talbinah) atau dibuat roti dicampur sup daging (Tsarid) adalah makanan yang baik bagi penderita sakit parah.

Ibnu Qoyyim mengatakan Sifatnya yang lembut dan dapat menambah kelembaban dapat meningkatkan panas tubuh alami secara lebih maksimal, selain itu lebih menyentuh dasar lambung.
Rasa duka, kesedihan atau penyakit degeneratif semacam stroke menyebabkan dinginnya kondisi kejiwaan dan melemahkan panas tubuh alami karena dominasi hati yang berduka mempengaruhi seluruh tubuh untuk menjadi dingin oleh sebab itu Rasulullah bersabda, “Bubur daging ini dapat menentramkan hati pasien dan menghilangkan kesedihannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Pasien stroke sulit untuk menerima makanan karena gangguan syaraf tubuh atau hilangnya selera makan, oleh sebab itu hanya makanan yang lembut yang dapat dicerna dengan efektif, selain tubuh memanfaatkan glikogen yang tersimpan di dalam hati dan otot-otot.

Jelai yang ditumbuk halus dan sup daging adalah cara terbaik untuk menguatkan hati, karena hati adalah raja seluruh tubuh.

Bawang Putih (Allium sativum)

Mengenai bawang putih dalam hadits disebutkan, “Barangsiapa hendak makan kedua benda ini (bawang merah dan bawang putih), hendaknya dimasak dengan sempurna.”

Bawang putih (Tsaum) bersifat panas dan kering. Dapat memberikan kehangatan tingkat tinggi. Mengandung minyak atsiri yang berfungsi untuk menurunkan kadar lemak dalam darah baik kolesterol maupun trigliserida dan mencegah artherosclerosis. Ibnu Qoyyim menyebutkan bawang putih dapat mengganggu otak dan mata, maka dalam mengkonsumsinya dapat ditambah daun rue atau memasaknya hingga sempurna.

Jintan Hitam (Nigella sativa)

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, “Makanlah jintan hitam, karena ia mengandung obat dari segala jenis penyakit kecuali kematian.”

Jintan hitam (Habbatussauda) bersifat panas dan kering pada tingkatan ketiga. Jintan hitam dapat menstimulasi seluruh organ dan memperbaiki kinerja metabolisme secara umum.

Minyak zaitun
(Olea europaea)

“Dan pohon kayu keluar dari Thursina (pohon zaitun), yang menghasilkan minyak, dan pemakan makanan bagi orang yang makan.” (Al Mukminun: 20). Menurut andrea Weil, seorang pakar gizi amerika, kata sibgh yang terdapat pada ayat ini berasal dari kata sibhgiyyat yang berarti kromosom. Karena DNA hanya bekerja 10% saja sementara yang 90% sisanya kosong, setiap 7 tahun terjadi pergantian 10% dari 90% kromosom yang tersisa. Dari sini tampak sisi mukjizat hadits Rasulullah, “Umur umatku adalah antara 60 sampai 70 tahun.”

Ketika manusia telah mencapai umur 63 tahun maka telah sampai pada 10% terakhir dari DNA yang ada dan setelah itu manusia menjadi tua renta. Minyak zaitun dapat digunakan untuk menjaga 10% terakhir dari kromosom ini. Secara ilmiah minyak zaitun telah terbukti mampu menjaga unsur DNA tidak terkikis dari rantai ujungnya dan menjaga agar tidak terjadi jarak yang menyebabkan loncatan atau perubahan menjadi sel kanker.

Minyak zaitun kaya dengan kandungan omega 9 yang dikenal mampu menurunkan LDL dan menaikkan kadar HDL, selain itu minyak zaitun mengandung vitamin E. Minyak zaitun mengandung vitamin D yang berfungsi untuk mencegah kelumpuhan tulang. Minyak zaitun yang terbaik adalah yang berasal dari perasan dingin (Cold Press Oil) pada perasan pertama (Extra Virgin).

Diriwayatkan bahwa Umar bin Khattab hanya makan minyak zaitun dan cuka. Umar tidak makan daging hingga setelah fakir miskin kaum muslimin mampu membeli makanan. Menambahkan minyak zaitun pada makanan adalah cara terbaik untuk penggunaan terapi penyembuhan. Dr. Kabursy mengungkapkan “kebutuhan asam lemak tak jenuh meningkat ketika memasuki fase menopause.” Berdasarkan hasil penelitian mereka yang mengkonsumsi minyak zaitun memiliki daya ingat yang lebih baik dan lebih responsif.

Sambiloto (Andrographis paniculata)

Herba sambiloto rasanya pahit, dingin, masuk meridian paru, lambung, usus besar dan usus kecil. Dari segi farmakologi, sambiloto mempunyai efek muskarinik pada pembuluh darah, efek pada jantung iskemik, efek pada respirasi sel, sifat kholeretik, antiinflamasi, dan antibakteri.

Herba sambiloto dipanen sewaktu tumbuhan ini mulai berbunga. Setelah dicuci, dipotong-potong seperlunya lalu dikeringkan. Untuk terapi darah tinggi atau stroke daun sambiloto segar sebanyak 5 – 7 lembar diseduh dengan 1/2 cangkir air panas. Tambahkan madu secukupnya sambil diaduk. Setelah dingin minum sekaligus 3 kali sehari.

Daun Dewa
(Gynura divaricata)

Kandungan daun dewa antara lain, flavonoid, saponin, minyak atsiri. Daunnya berkhasiat untuk mengobati luka terpukul, melancarkan sirkulasi darah, menghentikan pendarahan, pembengkakan payudara, melancarkan haid, dan lain-lain. Umbinya berkhasiat untuk mengatasi bekuan darah pembengkakan, pendarahan, tulang patah, dan lain-lain.

Daun dewa juga berkhasiat menurunkan kadar kolesterol, minyak atsirinya dapat merangsang sirkulasi darah. Juga bersifat analgetik dan antiinflamasi. Efek farmakologis daun dewa adalah antikoagulan (mencegah pembekuan darah), stimulasi sirkulasi, menghentikan perdarahan, menghilangkan panas, dan membersihkan racun.
Untuk terapi stroke diantaranya bisa menggunakan 30 gr daun dewa segar dan 15 helai daun dewa yang kering dicuci, direbus dengan 0.5 liter air hingga tersisa setengahnya. Minum 2x sehari campur madu secukupnya.

Sumber ( Tabloid Bekam Edisi 7/2010 )

Sabtu, 16 Februari 2013

Berjudi, Minum Khamar, Narkoba / semua yang merusak organ tubuh / merugikan orang lain

09.35 Posted by Racman D. Gummay No comments


Berjudi, Minum Khamar, Narkoba / semua yang merusak organ tubuh / merugikan orang lain

"Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: 'Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya'. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: 'Yang lebih dari keperluan.'Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir." (QS. Al-Baqarah : 219)

“Sesungguhnya khamar, berjudi, berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah najis termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu.” (QS. Al-Maidah : 90)

An-Nu'man bin Basyir berkata, "Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda, 'Yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan di antara keduanya terdapat hal-hal musyabbihat (syubhat / samar, tidak jelas halal-haramnya), yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. Barangsiapa yang menjaga hal-hal musyabbihat, maka ia telah membersihkan kehormatan dan agamanya. Dan, barangsiapa yang terjerumus dalam syubhat, maka ia seperti penggembala di sekitar tanah larangan, hampir-hampir ia terjerumus ke dalamnya. Ketahuilah bahwa setiap raja mempunyai tanah larangan, dan ketahuilah sesungguhnya tanah larangan Allah adalah hal-hal yang diharamkan-Nya. Ketahuilah bahwa di dalam tubuh ada sekerat daging. Apabila daging itu baik, maka seluruh tubuh itu baik; dan apabila sekerat daging itu rusak, maka seluruh tubuh itu pun rusak. Ketahuilah, dia itu adalah hati.'" (HR. Bukhari)

Kebanyakan kita mentok di 4 Dosa Besar pertama

09.31 Posted by Racman D. Gummay No comments



Kebanyakan kita mentok di 4 Dosa Besar pertama, yang menjadikan kita kesulitan mempunyai apa yang kita inginkan. Atau yang sudah punya kenikmatan, malah Allah tuker dengan yang namanya kesengsaraan. Semuanya saya doain, yang lagi kesulitan, semoga hilang kesulitannya. Yang lagi belum punya keturunan, semoga diberi Allah anak keturunan, yang sudah punya anak pengen anaknya sholeh sholeha, semoga anak sholeh sholeha.dan seterusnya.

Mudah-mudahan didoain juga sama yang lagi baca ini. Yuk sama-sama kita baca sholawat 100x, istighfar 100x (astaghfirullaahal 'azhiim, astaghfirullaahalladzi laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaih), + tasbih ( subhanallah) 100x, atau lebih bagusnya : subhaanallaahi wabihamdih, subhaanallahil 'adzhiim. Lengkapnya : subhaanallaahi wabihamdih, subhaanallahil 'adzhiim, 'adada kholqih, waridho nafsih, wazinata 'arsyih, wamidaada kalimaatih.

Yang belum sanggup 100x, 70x atau 33x, 11x, 7x atau kalo masih ga sanggup juga, 1x cukup dah. Kenapa mesti ada bilangan? Supaya kita konsisten bacanya dan terbiasa dengan memuji yang punya dunia ini, dan yang Maha mengabulkan apa yang kita pinta, yang tidak lain adalah Allah.

Yuk, kita baca doa. Sambil mendoakan satu sama lainnya. Mudah-mudahan pada dikasih hati yang sabar, lapang, ridho, ikhlas, syukur. Aamiin.

Rabu, 13 Februari 2013

MALAM BERSAMA SURAH AL MULK

18.52 Posted by Racman D. Gummay No comments




( AMALAN ) SETIAP MALAM BERSAMA SURAH AL MULK - Surah agung itu adalah surah al-Mulk. Rasulullah saw. bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan pemilik sunan yang empat, dari Abu Hurairah: "Sesungguhnya surah yang berisi tiga puluh ayat ini akan memintakan syafaat bagi pemiliknya maka dia pun diberi ampunan." Dari Ibnu Abbas berkata, seorang laki-laki mendirikan kemah diatas kuburan yang tidak disadarinya. Lalu ia mendengar suara manusia tengah membaca surah al-Mulk hingga selesai. Lalu ia mendatangi Rasulullah saw. dan menceritakan kejadiannya: "Wahai Rasulullah, aku mendirikan kemah diatas sebuah kuburan, tapi saya tidak menyadari kalau itu adalah kuburan. Lalu saya mendengar suara seseorang tengah membaca surah al-Mulk hingga selesai. Rasulullah saw. bersabda, "Itu adalah penghalang yang akan menyelamatkan pemiliknya dari azab kubur." (HR Tirmidzi).

Dari Jabir bin Abdillah berkata, "Rasululullah tidak tidur pada malam hari sehingga dia membaca (Alif Laam Miim, Tanzil) dan (Tabaaraka Biyadihil Mulku)." (HR Tirmidzi).

Adalah Ibnu Abbas r.a. memberi pengajaran kepada seseorang dengan bertanya, "Maukah engkau aku hadiahi sebuah hadis?" Laki-laki tersebut menjawab, "Ya," Ibnu Abbas berkata, "Bacalah (tabaarakalladzi biyadihil mulku) dan ajarkanlah kepada keluargamu, semua anak-anakmu, bayi-bayimu, dan tetanggamu. Karena, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah saw. bersabda:"Aku suka kalau surah itu berada dalam hati setiap orang dari umatku."

Inilah surah yang diberkahi yang semestinya kita selalu membacanya. Kita lantunkan dengan lesan, kita perhatikan dengan hati dan kita ajarkan kepada anak-anak dan istri kita. Marilah kita baca surah tersebut pada setiap malam. Mudah-mudahan Allah Azza wa Jalla memberikan syafaatnya kepada kita lalu kita akan diselamatkan dari azab kubur dan kedahsyatan hari kiamat.

Tabaarakalladzii biyadihil mulku wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir (Maha Suci Allah yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu).

Biyadihil mulku (Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan).

Artinya, Allah memiliki kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya. Dialah pemilik penciptaan dan perintah. Dialah yang memberi makan dan bukan yang diberi makan. Yang memberi balasan bukan yang diberi balasan; Maha Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi sangat kokoh. Ditangan-Nyalah kerajaan setiap sesuatu. Pencipta segala sesuatu. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada sesuatu pun yang ada di langit dan di bumi yang dapat melemahkannya. Apabila Ia menghendaki sesuatu, ia berkata, "Kun" (jadilah), maka terjadilah.

Alladzii khalaqal mauta wal hayaata liyabluwakum ayyukum ahsanu 'amalaa wa huwal 'aziizul ghafuur (Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun).

Allah menghinakan hamba-Nya dengan kematian, meskipun ia menjadi penguasa manusia, jabatannya telah memuncak; hartanya melimpah ruah; kekuatannya kokoh; dan umurnya panjang. Maka, akhirnya ia akan tetap mati. Ujung-ujungnya kehancuran dan ketidakadaan. Ruhnya dipisahkan dengan badannya. Dan setelah itu ia akan memasuki kehidupan yang kekal. Di dalamnya tidak ada tidur dan kematian. Apabila seorang tergolong ahli jannah, ia akan berada dalam kenikmatan yang kekal dan tidak akan hilang. Begitu pula bila ia tergolong penduduk neraka (na'udzubillahi min dzalik), maka sesungguhnya mereka: "Tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya." "Di dalamnya mereka tidak mati, tidak juga hidup." Mereka akan berada dalam azab yang abadi, kekal selama-lamanya, dan tidak berubah.

Allah menciptkan kematian dan kehidupan untuk menguji siapa di antara kita yang lebih baik amalnya. Tidak semua hamba Allah sama. Ada yang kafir, ada pula yang mukmin; ada yang baik, ada pula yang jahat. Allah SWT ingin menguji mereka siapa di antara mereka yang lebih baik amalnya. Yang paling ikhlas dan benar. Ikhlas adalah tidak meyekutukan Allah dengan sesuatu pun, sedangkan benar adalah sesuai dengan apa yang dituntunkan oleh Rasulullah saw. Allah SWT berfirman, "Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabnya, hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya."

Liyabluwakum ayyukum ahsanu 'amalaa wa huwal 'aziizul ghafuur (Supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan, Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun).

Dialah Yang Maha Besar Lagi Mulia, Yang Ditaati dan Ditakuti. Bersamaan dengan itu Dia Maha Pengampun kepada siapa saja yang bermaksiat dan bertobat, kepada orang yang melampaui batas kemudian bertobat. Dan, Dialah Yang Maha Perkasa Lagi Maha Pengampun.

Alladzii khalaqa sab'a samawaatin thibaaqaa maa taraa fi khalqir rahman min tafawut (Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang).

Hai orang musyrik; hai orang kafir; hai orang yang ragu-ragu; hai orang yang menentang Rasulullah saw.; hai orang yang kafir kepada agama-Nya! Lihatlah di atasmu; lihatlah ke langit-langit itu; lihatlah dengan saksama dan penuh perhatian! Bukan seperti penglihatan para binatang. Lihatlah ke langit-langit itu, apakah engkau mendapati sesuatu yang tidak seimbang? Apakah engkau mendapatinya berlubang, retak, dan lemah?

Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rab Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang, berselisih, ataupun kacau. Tidak, tetapi ia adalah langit yang sempurna, tebal dan kuat. Lihatlah kepadanya dan bandingkanlah keadaanmu dengan keadaannya.

"Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit? Allah telah membangunnya, Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit? Allah telah membangunnya, dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita dan menjadikan siangnya terang benderang. Dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita dan menjadikan siangnya terang benderang. Ia memancarkan darinya mata air dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya."

"Maka, apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikit pun. Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata, untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi tiap-tiap hamba yang kembali (mengingat Allah)."

"Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya. Dan, bumi itu Kami hamparkan, maka sebaik-baik yang menghamparkan (adalah Kami)."

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan di atas kamu tujuh buah jalan (tujuh buah langit). dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan (Kami)."

"Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang, dan telah memeliharanya (sebenar-benarnya) dari setiap setan yang sangat durhaka, setan-setan itu tidak dapat mendengar-dengarkan (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru. Untuk mengusir mereka dan bagi mereka siksaan yang kekal,"

Marilah kita perhatikan langit yang berlapis-lapis ini, marilah kita perhatikan kebesaran ciptaan-Nya.
"Allah-lah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat?"

Ia tidak memiliki tiang, bagaimana Allah meninggikannya? Bagaimana Allah menjadikannya kuat, tebal, dan sama. Yang di dalamnya tidak ada lubang dan retak. Inilah kekuasaan Allah Azza wa Jalla.

"Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka, lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian, pandanglah sekali lagi, niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat, dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah."

"Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar setan," Qatadah r.a. berkata, "Allah menciptakan langit-langit dan di dalamnya terdapat bintang-bintang untuk tiga tabiat. Pertama, hiasan langit dunia. Kedua, alat-alat pelempar setan. Ketiga, tanda-tanda yang memberikan petunjuk, "Dan dengan bintang mereka mendapatkan petunjuk." Barangsiapa yang berbicara di luar itu, ia telah membebani dirinya dengan sesuatu yang tidak diketahuinya."

Barangsiapa yang berkeyakinan bahwa bintang-bintang memiliki pengaruh terhadap kejadian di dunia, bahwa hujan turun atau kekeringan terjadi, rezeki dibentangkan atau disempitkan karena pengaruh bintang tersebut, ia telah membebani dengan sesuatu yang tidak semestinya dan berkata atas nama Allah apa yang tidak diketahuinya.

"Dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala."

Yaitu para setan yang mencuri pendengaran dan menyesatkan para hamba. Mendorong mereka agar berbuat maksiat. Menganjurkakannya berbuat kejelekan, dan menghiasi kebatilan sehingga tampak indah. Menyuruh mereka berbuat munkar dan mencegahnya dari berbuat makruf serta menahannya untuk taat kepada Allah. Allah Azza wa Jalla telah menyiapkan untuk mereka ini neraka jahanam dan itulah sejelek-jelek tempat kembali. Siksa neraka yang menyala-nyala, yang diperuntukkan untuk setan jin dan manusia. Allah menyiapkan untuk mereka jahanam dan itulah sejelek-jelek tempat kembali.

"Dan orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, memperoleh azab Jahannam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya, mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak."

"Hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah."

Hampir bagian-bagian langit itu terputus dan terbagi karena besarnya kemarahan terhadap orang-orang yang kafir kepada Allah, menentang Rasulullah dan membunuh para wali-Nya. Neraka jahanam hampir-hampir pecah karena marah terhadap orang-orang kafir.

Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla membakar api neraka 1000 tahun sehingga memutih. Kemudian Allah membakarnya lagi 1000 tahun sehingga memerah. Kemudian Allah membakarnya 1000 tahun sehingga menghitam. Ia adalah hitam yang gelap"

Kullamaa Ulqiya Fiiha Faujun
"Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir)"
"Penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka, "Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?"

Pertanyaan yang bernada menjelekkan dan mencela. Apakah belum pernah datang kepadamu (di dunia) seorang pemberi peringatan? Apakah belum pernah datang kepadamu seorang rasul? Apakah belum pernah datang kepadamu seorang yang mengingatkan dirimu? Orang yang menjelaskan syariat, agama, halal, dan haram kepadamu? Apakah belum pernah datang seorang pemberi peringatan kepadamu?

"Mereka menjawab: 'Benar ada, sesungguhnya telah datang kepada kami seorang pemberi peringatan, maka kami mendustakannya dan kami katakan: 'Allah tidak menurunkan sesuatu pun, kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar'."

Mereka menghadapi para utusan Allah dengan akhlak yang buruk dan tidak mempunyai rasa malu. "Kamu wahai para rasul, tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar. Kamu adalah oang yang tersesat dan menyimpang. Biarkanlah kami dan berhala yang kami sembah. Biarkanlah kami mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram. Kemudian setelah itu mereka mengakui bahwa dirinya bukanlah orang-orang yang berakal. Mereka tidaklah memiliki kemampuan untuk memisahkan antara yang jelek dengan yang baik.

"Dan mereka berkata: 'Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala. Mereka mengakui dosa mereka. Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala."

"Orang-orang kafir dibawa ke neraka jahannam berombong-rombongan. Sehingga, apabila mereka sampai ke neraka itu, dibukakanlah pintu-pintunya dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: 'Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul di antaramu yang membacakan kepadamu ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan dengan hari ini?" Mereka menjawab: 'Benar (telah datang).' Tetapi, telah pasti berlaku ketetapan azab terhadap orang-orang yang kafir. Dikatakan (kepada mereka): 'Masukilah ke pintu-pintu neraka Jahannam itu, sedang kamu kekal di dalamnya.' Maka, neraka Jahannam itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri."

Mereka mempersaksikan diri mereka sendiri bahwa mereka adalah tuli, buta, dan bisu. Mereka adalah orang-orang gila. Mereka tidak mendengarkan al-Haq. Tidak pula membicarakan al-Haq. Mereka tidak melihat petunjuk-petunjuknya.

"Mereka mengakui dosa mereka. Maka, kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala."

Adapun orang mukmin yang baik, yang saleh, mereka mengagungkan Allah dengan seagung-agungnya. Mereka mengetahui din dan syariat-Nya. Mereka menghalalkan yang halal dan mengharamkan yang haram. Mereka tidak hanya takut kepada Allah ketika berada di tengah banyak orang, tetapi juga ketika sendirian, ketika dalam keadaan dhahir maupun bathin.

"Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Rabnya yang tidak nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar."

Orang yang takut kepada Rabnya, meskipun berada di tengah manusia, meskipun ketika sendirian, pintu terkunci dan tabir dibentangkan. Maka, bagi mereka pahala yang besar.

Rasulullah saw. bersabda, "Ada tujuh golongan yang berada dalam naungan Allah pada hari tidak ada nauangan, kecuali naungan-Nya."

Apakah yang menjadi pembagi yang ikut dalam tujuh golongan tersebut. Golongan yang berbahagia, golongan yang mendapatkan keutamaan itu? Tidak lain adalah Mereka yang takut kepada Rab-nya, sebagaiman tidak ada yang melihat kecuali hanya Dia; tidak ada yang mendengar kecuali hanya Dia; dan tidak ada yang mengamati kecuali hanya dia. Yaitu, "seorang laki-laki yang berzikir kepada Allah dalam kesendirian, kemudian bercucuran air matanya. Dan, seorang laki-laki yang dipanggil wanita yang cantik dan berkedudukan." Di sana tidak ada polisi yang mengawasinya. Tidak ada mata yang melihatnya. "Maka ia menjawab, "Sesungguhnya saya takut kepada Allah dan seorang laki-laki yang menyedekahkan hartanya kemudian ia menyembunyikannya." Laki-laki yang berurusan dengan Allah. Laki-laki yang tidak ingin riya' (dilihat orang) ataupun sum'ah (didengar orang). "Maka kemudian ia menyembunyikan sedekahnya itu, sehinggga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya." Ketujuh golongan ini adalah orang yang takut kepada Allah, yang tidak nampak oleh mereka. "Bagi mereka pahala yang besar."

Kemudian Rab kita Jalla Jalaaluhu mengancam manusia, semua manusia. "Dan rahasiakanlah perkataanmu atau lahirkanlah, sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati. Apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan rahasiakan), dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui?"

Wahai Hamba Allah, janganlah engkau mengira, engkau hanya berurusan dengan manusia yang hanya bisa melihat yang dhahir. Janganlah engkau mengira engkau hanya berurusan dengan makhluk yang kemampuan dan wawasannya terbatas. Tidak, demi Allah, tetapi engkau berurusan dengan Rab Yang Maha Mengetahui Lagi Maha Bijaksana, Maha Halus Lagi Maha Mengetahui.

"Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi."
"Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati."

"Tidak ada tersembunyi dari-Nya seberat zarrah pun yang ada di langit dan yang ada di bumi, dan tidak ada (pula) yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar."

Ketahuilah dengan yakin bahwa yang tersembunyi di sisi Allah nampak jelas. Sesuatu yang engkau rahasiakan dan sembunyikan, maka di sisi Allah nampak jelas dan terang.

"(Yaitu) orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertobat, masukilah surga itu dengan aman, itulah hari kekekalan."

Senin, 11 Februari 2013

Aih, Kenapa sih,… kok islam melarang pacaran??

02.52 Posted by Racman D. Gummay No comments

Begitu keluhan fulanah. Buat Fulanah ia melihat ada sisi positif yang bisa diambil dari pacaran ini. Pacaran atau menurutnya ‘penjajakan’ antara dua insan lain jenis sebelum menikah sangat penting agar masing-masing pihak dapat mengetahui karakter satu sama lainnya (dan biasanya untuk memahami karakter pasangannya ada yang bertahun-tahun berpacaran lho!!).

Fulanah menambahkan ,”Jadi dengan berpacaran kita akan lebih banyak belajar dan tahu, tanpa pacaran?? Ibarat membeli kucing dalam karung!! Enggak deh…!”
Kemudian ia menambahkan “Bila suka dan serius bisa diteruskan ke pelaminan bila tidak ya,..cukup sampai disini..bye-bye!!, Mudahkan?”

Hmm… Fulanah tidakkah engkau melihat dampak buruk dari berpacaran ini, ketika masing-masing pihak memutuskan berpisah??…

Fulanah apakah engkau yakin benar apabila “putus dari pacaran” hati ini tidak sakit? Benarkah hati ini bisa melupakan bekas-bekas dari pacaran itu? Tidakkah hati ini kecewa, pedih, atau ikut menangis bersama butiran air mata yang menetes??

Sulit dibayangkan! Karena memang begitulah yang saya lihat didepan mata menyaksikan orang yang baru saja putus pacaran…

Bila memang kita tanya semua wanita muslimah seusia Fulanah (yang sedang beranjak dewasa) maka akan melihat ‘pacaran’ ini dengan sejuta nilai positif. Jadi, jangan merasa aneh bila kita dapati mereka merasa malu dengan kawannya karena belum punya pacar!!..
Duh,..kasihan sekali…

Wahai ukhti muslimah… Mari kita tela’ah bersama dengan lebih dalam. Berdasarkan fakta yang ada, bila anda mau menengok sekilas ke surat kabar, tetangga sebelah atau lingkungan sekitar, siapa sebenarnya yang banyak menjadi korban ‘keganasan’ dari pacaran ini? Wanita bukan??.. Bila anda setuju dengan saya, Alhamdulillah berarti hati anda sedikit terbuka. Ya,… coba lihat akibat dari berpacaran ini. Awalnya memang hanya bertemu, ngobrol bareng, bersenda gurau, ketawa ketiwi, lalu setelah itu?? Tentu saja setan akan terus berperan aktif, dia baru akan meninggalkan keturunan Adam ini setelah terjerumus dalam dosa atau maksiat.

Pernahkah anda mendengar teman atau tetangga ukhti hamil di luar nikah?
Suatu klinik illegal untuk praktek aborsi penuh dengan kaum wanita yang ingin menggugurkan kandungannya?
Karena sang pacar lari dengan langkah seribu atau tidak mau kedua orangtuanya tahu?
Atau pernahkah engkau membaca berita ada seorang wanita belia yang nekat bunuh diri minum racun serangga karena baru saja di putuskan oleh kekasihnya??

Sadarkah kita, bahwa sebenarnya kaum hawalah yang banyak dieksploitasi dari ‘ajang pacaran ini?
Sungguh, islam telah memuliakan wanita dan menghormati kedudukan mereka. Tidak percaya??lihat hadits ini..

”janganlah sekali-kali seorang laki-laki berduaan dengan seorang perempuan, melainkan si perempuan itu bersama mahramnya”  (HR.Bukhari, Muslim dan Ahmad).
Islam melarang laki-laki untuk berduaan tanpa ada orang ketiga karena islam tidak menginginkan terjadinya pelecehan ‘seksual’ terhadap wanita. Sehingga jadilah mereka wanita-wanita muslimah terhormat dan terjaga kesuciannya. Untuk kaum laki-laki pun islam melarang mereka menyentuh wanita yang bukan mahramnya coba simak hadits ini :

“Sungguh bila kepala salah seorang ditusuk dengan besi panas lebih baik daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya” (HR.Thabrani, dalam Mu’jamul Kabir).
“Seandainya ditusuk pada kepala salah seorang kalian dengan jarum besi panas, maka itu lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Thobroni, Lihat As Shohihah : 226)


Nah, jelas bukan mengapa islam melarang pacaran??

Bila memang seorang laki-laki ingin serius menjalin hubungan dengan seorang wanita, maka islam telah menyediakan sarananya, yaitu menikah. Karena islam Bukanlah agama yang kaku, maka islam menganjurkan kepada masing-masing pihak untuk saling berkenalan (ta’aruf). Tentu saja tidak berduaan lho, …harus ada pihak ketiganya.  Setelah itu? Ya,. selamat bertanya tentang biografi calon pasangan anda, apabila kurang jelas, masih kurang yakin..islam menganjurkan mereka untuk shalat istikharah agar di berikan pilihan yang mantap yang nantinya insya Allah akan berakibat baik bagi dunia dan akhirat kedua belah pihak. Setelah mantap dan yakin akan pilihannya..kuatkan azzam (tekad), dan Bismillah… menikah..!! Indah bukan??

Jumat, 08 Februari 2013

Ini baru keren

21.39 Posted by Racman D. Gummay No comments
( HIKMAH ) MEKKAH DAN MADINAH, DUA KOTA YG PALING BERSINAR DARI LUAR ANGKASA - Empat astronot Rusia dalam kunjungannya ke Riyadh, Sabtu (10/11), disambut hangat Pangeran Salman yang tak lain juga mengepalai Lembaga Ilmu Penelitian Antariksa OASIS (PSSO) Saudi. Astronot tersebut adalah utusan dari Asosiasi Penjelajah Antariksa (ASE) yang datang memenuhi undangan Kerajaan Arab Saudi. Empat astronot Rusia tersebut adalah Andrey Borisenko, Alexander Samokutyaev, Anton Shkaplerov, serta penerjemah mereka Boris Meshcherykov. Para astronot tersebut dijamu langsung oleh Pangeran Salman di istananya bersama Pengawas Umum PSSO, Khalid Abdul Gader.

Setelah dijamu Sang Pangeran, para astronot tersebut pun bercerita pengalaman spiritual mereka selama berada di luar angkasa kepada para mahasiswa di Lembaga Ilmu Pengetahuan OASIS Saudi. Para Astronot juga memperlihatkan foto-foto yang mereka ambil dari luar angkasa, khususnya foto-foto Makkah dan Madinah.

"Ketika berada di luar angkasa, kami mengambil foto-foto bumi sepanjang hari untuk dokumentasi. Namun, ketika malam hari, sangat sulit untuk mengambil gambar,'' kisah astronot Anatoly Ivanishin kepada para siswa yang hadir. ''Diperlukan teknik khusus untuk memainkan kamera agar bisa memperoleh gambar yang baik. Akhirnya saya berhasil mengambil banyak gambar dari berbagai kota di malam hari.''

''Yang membuat saya terkejut adalah ketika menemukan foto kota Makkah dan Madinah,'' lanjutnya. ''Kedua kota ‘outshone’ itu benar-benar paling bersinar dari semua kota-kota lain di seluruh dunia."

Ivanishin juga menceritakan tentang kota-kota lain di seluruh dunia. Kota-kota tersebut tidak terlihat cerah pada malam hari. Namun, ketika ia memandang Makkah dan Madinah yang bersinar cerah dari luar angkasa, menjadikan sebuah ‘tontonan hati’ baginya. ''Hal itu belum pernah terjadi sebelumnya,'' tuturnya.

Selasa, 05 Februari 2013

Rizki Haram

20.55 Posted by Racman D. Gummay No comments
Umumnya beginilah manusia. Rizki mah mau banyak, tapi sama Allah ga mau mendekat. Rizki mah mau nambah, tapi ibadah dari dulu ya begitu-begitu saja. Jangan takut rizki kita hilang cuma gara-gara kita lebih mementingkan usaha kita ketimbang Allah. Jangan takut rizki kita berkurang, cuma gara-gara kita menyedekahkan sedikit dari harta kita kepada Allah. Malah rizki kita bertambah. Yang perlu kita takutkan kalo ibadah kita berkurang, keyakinan kita berkurang sama Allah.

Kata Rasulullah SAW :
''carilah rizki dengan jalan bersedekah'' Gak percaya?
Makanya lakukan. Your doing is believing! (Lakukanlah, maka kamu akan percaya) Kalo kita takut miskin, takut ga bisa ngasih makan keluarga, sehingga kita menghalalkan segala cara, selesai dah.…
”Maka mereka ditimpa oleh akibat buruk dari apa yang mereka usahakan. Dan orang-orang yang zalim di antara mereka akan ditimpa akibat buruk dari usahanya dan mereka tidak dapat melepaskan diri. Dan tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah melapangkan rezki dan menyempitkannya bagi siapa yang dikehendaki-Nya?
Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang beriman.” (Q.S. Az-Zumar : 51-52)

Masalah Jodoh,,,,???

20.53 Posted by Racman D. Gummay No comments

Yang belum punya jodoh, jangan khawatir Allah Maha mendengar apa yang kita pinta, Allah Maha Memberi apa yang kita butuhkan, dan Allah juga Maha Mengabulkan doa apa yang kita panjatkan.

Yang jadi masalahnya, apakah kita pantes untuk mendapatkannya?
Mungkin kita lupa bahwa Allah juga Maha Mengetahui apa yang kita kerjakan, sehingga kita sering lalai dan terjerumus dari apa yang sudah dilarang-Nya, Allah Maha Mengetahui segala isi hati kita, sehingga kita selalu berburuk sangka terhadap-Nya, dan Allah juga Maha Pemberi balasan setimpal terhadap apa yang kita perbuat, yang buruk dapat keburukan, dan yang baik dapat kebaikan pula.

"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat balasan-nya pula." (Q.S. Al-Zalzalah : 7-8)

"Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. Kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi. Dan kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan. Dialah yang memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam. Dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati." (Q.S. Al-Hadiid : 4-6)

Cari Penyebab kenapa jodoh belum menghampiri
- Apakah kita punya dosa sama Allah dan Rasul-Nya?
- Apakah kita punya dosa dengan orangtua,guru atau orang lain?
- Apakah kita kurang membayar sedekah?
- Apakah kita sudah berdoa habis habisan untuk meminta jodoh?
- Apakah sholat kita sudah bener?
- dan seterusnya.

Cari dulu penyebabnya, baru ketemu solusinya.
Ini juga berlaku untuk segala permasalahan yang sering kita alami.

Sabtu, 02 Februari 2013

CARA RUQYAH PENGOBATAN ROSULULLAH SAW

21.35 Posted by Racman D. Gummay No comments



( KESEHATAN ) CARA RUQYAH PENGOBATAN ROSULULLAH SAW - Ruqyah bukan pengobatan alternatif. Justru seharusnya menjadi pilihan pertama pengobatan tatkala seorang muslim tertimpa penyakit. Sebagai sarana penyembuhan, ruqyah tidak boleh diremehkan keberadaannya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan: “Sesungguhnya meruqyah termasuk amalan yang utama. Meruqyah termasuk kebiasaan para nabi dan orang-orang shalih. Para nabi dan orang shalih senantiasa menangkis setan-setan dari anak Adam dengan apa yang diperintahkan Allah dan RasulNya”.

Karena demikian pentingnya penyembuhan dengan ruqyah ini, maka setiap kaum Muslimin semestinya mengetahui tata cara yang benar, agar saat melakukan ruqyah tidak menyimpang dari kaidah syar’i.

Tata cara meruqyah adalah sebagai berikut:

1. Keyakinan bahwa kesembuhan datang hanya dari Allah.

2. Ruqyah harus dengan Al Qur’an, hadits atau dengan nama dan sifat Allah, dengan bahasa Arab atau bahasa yang dapat dipahami.

3. Mengikhlaskan niat dan menghadapkan diri kepada Allah saat membaca dan berdoa.

4. Membaca Surat Al Fatihah dan meniup anggota tubuh yang sakit. Demikian juga membaca surat Al Falaq, An Naas, Al Ikhlash, Al Kafirun. Dan seluruh Al Qur’an, pada dasarnya dapat digunakan untuk meruqyah. Akan tetapi ayat-ayat yang disebutkan dalil-dalilnya, tentu akan lebih berpengaruh.

5. Menghayati makna yang terkandung dalam bacaan Al Qur’an dan doa yang sedang dibaca.

6. Orang yang meruqyah hendaknya memperdengarkan bacaan ruqyahnya, baik yang berupa ayat Al Qur’an maupun doa-doa dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Supaya penderita belajar dan merasa nyaman bahwa ruqyah yang dibacakan sesuai dengan syariat.

7. Meniup pada tubuh orang yang sakit di tengah-tengah pembacaan ruqyah. Masalah ini, menurut Syaikh Al Utsaimin mengandung kelonggaran. Caranya, dengan tiupan yang lembut tanpa keluar air ludah. ‘Aisyah pernah ditanya tentang tiupan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam meruqyah. Ia menjawab: “Seperti tiupan orang yang makan kismis, tidak ada air ludahnya (yang keluar)”. (HR Muslim, kitab As Salam, 14/182). Atau tiupan tersebut disertai keluarnya sedikit air ludah sebagaimana dijelaskan dalam hadits ‘Alaqah bin Shahhar As Salithi, tatkala ia meruqyah seseorang yang gila, ia mengatakan: “Maka aku membacakan Al Fatihah padanya selama tiga hari, pagi dan sore. Setiap kali aku menyelesaikannya, aku kumpulkan air liurku dan aku ludahkan. Dia seolah-olah lepas dari sebuah ikatan”. [HR Abu Dawud, 4/3901 dan Al Fathu Ar Rabbani, 17/184].

8. Jika meniupkan ke dalam media yang berisi air atau lainnya, tidak masalah. Untuk media yang paling baik ditiup adalah minyak zaitun. Disebutkan dalam hadits Malik bin Rabi’ah, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

كُلُوْا الزَيْتَ وَ ادَّهِنُوا بِهِ فَإنَهُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَة

"Makanlah minyak zaitun , dan olesi tubuh dengannya. Sebab ia berasal dari tumbuhan yang penuh berkah".[Hadits hasan, Shahihul Jami’ (2/4498).]

9. Mengusap orang yang sakit dengan tangan kanan. Ini berdasarkan hadits ‘Aisyah, ia berkata: “Rasulullah, tatkala dihadapkan pada seseorang yang mengeluh kesakitan, Beliau mengusapnya dengan tangan kanan…”. [HR Muslim, Syarah An Nawawi (14/180].

Imam An Nawawi berkata: “Dalam hadits ini terdapat anjuran untuk mengusap orang yang sakit dengan tangan kanan dan mendoakannya. Banyak riwayat yang shahih tentang itu yang telah aku himpun dalam kitab Al Adzkar”. Tindakan yang dilakukan sebagian orang saat meruqyah dengan memegangi telapak tangan orang yang sakit atau anggota tubuh tertentu untuk dibacakan kepadanya, (maka) tidak ada dasarnya sama sekali.

10. Bagi orang yang meruqyah diri sendiri, letakkan tangan di tempat yang dikeluhkan seraya mengatakan بِسْمِ الله (Bismillah, 3 kali).

أعُوذُ بِالله وَ قُدْرَتِهِ مِنْ شَر مَا أجِدُ وَ أحَاذِرُ

"Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaanNya dari setiap kejelekan yang aku jumpai dan aku takuti".[HR Muslim, kitab As Salam (14/189).]

Dalam riwayat lain disebutkan “Dalam setiap usapan”. Doa tersebut diulangi sampai tujuh kali.
Atau membaca :

بِسْمِ الله أعُوذُ بِعزَِّةِ الله وَ قُدْرَتِهِ مِنْ شَر مَا أجِدُ مِنْ وَجْعِيْ هَذَا

"Aku berlindung kepada keperkasaan Allah dan kekuasaanNya dari setiap kejelekan yang aku jumpai dari rasa sakitku ini".[Shahihul Jami’, no. 346]

Apabila rasa sakit terdapat di seluruh tubuh, caranya dengan meniup dua telapak tangan dan mengusapkan ke wajah si sakit dengan keduanya.[Fathul Bari (21/323). Cara ini dikatakan oleh Az Zuhri merupakan cara Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam meniup. ]

11. Bila penyakit terdapat di salah satu bagian tubuh, kepala, kaki atau tangan misalnya, maka dibacakan pada tempat tersebut. Disebutkan dalam hadits Muhammad bin Hathib Al Jumahi dari ibunya, Ummu Jamil binti Al Jalal, ia berkata: Aku datang bersamamu dari Habasyah. Tatkala engkau telah sampai di Madinah semalam atau dua malam, aku hendak memasak untukmu, tetapi kayu bakar habis. Aku pun keluar untuk mencarinya. Kemudian bejana tersentuh tanganku dan berguling menimpa lenganmu. Maka aku membawamu ke hadapan Nabi. Aku berkata: “Kupertaruhkan engkau dengan ayah dan ibuku, wahai Rasulullah, ini Muhammad bin Hathib”. Beliau meludah di mulutmu dan mengusap kepalamu serta mendoakanmu. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam masih meludahi kedua tanganmu seraya membaca doa:

أَذْهِبْ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

"Hilangkan penyakit ini wahai Penguasa manusia. Sembuhkanlah, Engkau Maha Penyembuh. Tidak ada kesembuhan kecuali penyembuhanMu, obat yang tidak meninggalkan penyakit"[Al Fathu Ar Rabbani (17/182) dan Mawaridu Azh Zham-an, no. 1415-1416].

Dia (Ummu Jamil) berkata: “Tidaklah aku berdiri bersamamu dari sisi Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam, kecuali tanganmu telah sembuh”.

12. Apabila penyakit berada di sekujur badan, atau lokasinya tidak jelas, seperti gila, dada sempit atau keluhan pada mata, maka cara mengobatinya dengan membacakan ruqyah di hadapan penderita. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Nabi Shallallahu 'laihi wa sallam meruqyah orang yang mengeluhkan rasa sakit. Disebutkan dalam riwayat Ibnu Majah, dari Ubay bin K’ab , ia berkata: “Dia bergegas untuk membawanya dan mendudukkannya di hadapan Beliau Shallallahu 'alaihi wa salla,m . Maka aku mendengar Beliau membentenginya (ta’widz) dengan surat Al Fatihah”.[Al Fathu Ar Rabbani (17/183)]

Apakah ruqyah hanya berlaku untuk penyakit-penyakit yang disebutkan dalam nash atau penyakit secara umum? Dalam hadits-hadits yang membicarakan terapi ruqyah, penyakit yang disinggung adalah pengaruh mata yang jahat (‘ain), penyebaran bisa racun (humah) dan penyakit namlah (humah). Berkaitan dengan masalah ini, Imam An Nawawi berkata dalam Syarah Shahih Muslim: “Maksudnya, ruqyah bukan berarti hanya dibolehkan pada tiga penyakit tersebut. Namun maksudnya bahwa Beliau ditanya tentang tiga hal itu, dan Beliau membolehkannya. Andai ditanya tentang yang lain, maka akan mengizinkannya pula. Sebab Beliau sudah memberi isyarat buat selain mereka, dan Beliau pun pernah meruqyah untuk selain tiga keluhan tadi”. (Shahih Muslim, 14/185, kitab As Salam, bab Istihbab Ar Ruqyah Minal ‘Ain Wan Namlah).

10 DOSA BESAR

21.31 Posted by Racman D. Gummay No comments
Durhaka kepada orang tua
  Ridho Allah, Ridhonya orang tua
Dalam hadis Qudsi Allah swt berfirman: “Sesungguhnya yang pertama kali dicatat oleh Allah di Lawhil mahfuzh adalah kalimat: ‘Aku adalah Allah, tiada Tuhan kecuali Aku, barangsiapa yang diridhai oleh kedua orang tuanya, maka Aku meri­dhainya; dan barangsiapa yang dimurkai oleh keduanya, maka Aku murka kepadanya.” (Jâmi’us Sa’adât, penghimpun kebahagiaan, 2: 263)

Berbaktilah kepada orang tua, kecuali jika keduanya menyuruh untuk menyekutukan Allah, dan bertentangan dengan hal-hal yang dimurkai Allah.

"Dan Kami perintahkan kepada manusia berbuat baik kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan." (Q.S. Luqman [31] : 14-15)

Durhaka juga tidak hanya terjadi di saat orang tua kita masih hidup, tetapi bisa terjadi ketika orang tua kita telah wafat meskipun pada saat masih hidup, dia berbakti kepada keduanya. Begitupun sebaliknya.

Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya ada orang yang berbakti kepada orang tuanya ketika mereka masih hidup, tetapi ia dicatat sebagai anak yang durhaka kepada mereka, karena ia tidak memohonkan ampunan untuk mereka setelah wafat. Dan sungguh ada orang yang durhaka kepada orang tuanya ketika mereka masih hidup, tapi ia dicatat sebagai anak yang berbakti kepada mereka setelah mereka wafat, karena memperbanyak istighfar (memohonkan ampunan) untuk mereka.” (Mustadrak Al-Wasâil 2: 112)