Selasa, 19 Maret 2013

HIKMAH

18.52 Posted by Racman D. Gummay No comments
DOA MUSTAJAB AKIBAT RAJIN SHALAT AWAL WAKTU - Suatu hari, ibu saya meminta ayahku membeli ikan di pasar. Kemudian, saya pergi bersama ayah saya. Setelah ikan dibeli, kami memerlukan seseorang untuk membawanya. Di saat itu, ada seorang pemuda yang sedang berdiri didekat kami. Pemuda itu berkata, Wahai bapak, apakah bapak memerlukan bantuan saya untuk membawa ikan itu? Ya, benar! kata ayah saya. Kemudian, pemuda itu membawa ikan di atas kepalanya dan turut bersama kami ke rumah.

Di tengah perjalanan, kami mendengar suara azan. Pemuda itu berkata, Penyeru Allah telah memanggil. Izinkanlah saya berwudhu, barang ini akan saya bawa setelah shalat nanti. Apabila bapak bersedia, silakan menunggu, jika tidak, silakan bawa sendiri.

Setelah berkata demikian, ia meletakkan ikan-ikan itu dan pergi ke masjid. Ayahku berpikir, pemuda itu mempunyai keyakinan yang begitu kuat kepada Allah SWT, bagaikan seorang waliyullah. Akhirnya ayah meletakkan ikan-ikan itu, kemudian kami pergi ke masjid.

Setelah kembali dari masjid, ternyata ikan-ikan itu masih berada di tempatnya. Lalu, pemuda itu mengangkat kembali ikan-ikan tadi dan bersama menuju rumah.

Setibanya di rumah, ayah menceritakan peristiwa tersebut kepada ibu. Ibu berkata kepada pemuda tadi, Simpanlah ikan-ikan itu, mari makan bersama kami, setelah itu kamu boleh pulang.

Tetapi pemuda itu menjawab, Maaf ibu, saya sedang berpuasa. Ayah berkata, Kalau begitu, datanglah ke sini nanti petang dan berbukalah di sini.

Pemuda itu berkata, Biasanya, jika saya telah berangkat maka saya tidak akan kembali lagi. Tetapi untuk kali ini, saya akan pergi ke masjid dan petang nanti saya akan kembali kemari.

Sesudah itu, dia pergi dan meminta untuk tinggal si sebuah masjid di dekat rumah. Pada petang harinya setelah Maghrib, pemuda tadi datang dan makan bersama kami. Setelah makan, kami menyiapkan sebuah kamar untuknya agar ia dapat beristirahat tanpa diganggu oleh siapa pun.

Di sebelah rumah kami, ada seorang wanita tua yang lumpuh. Kami benar-benar terkejut ketika melihatnya dapat berjalan. Kami bertanya, Bagaimana engkau dapat sembuh?

Wanita tua itu menjawab, Saya didoakan oleh tamu Anda agar kaki saya disembuhkan dan Allah mengabulkan doanya. Ketika kami mencari pemuda itu, ternyata dia telah meninggalkan kamarnya. Pemuda itu pergi tanpa diketahui oleh siapa pun.

Kisah yang terdapat di dalam Kitab Fadhail Amal, karya Maulana Muhammad Zakariyya al-Kandhalawi di atas, memberikan pelajaran berharga. Yakni, di antara rahasia mendirikan shalat lima waktu di awal waktu dengan berjamaah akan menjadikan doa-doanya cepat diijabah.

Itu karena orang yang mendirikan shalat lima waktu di awal waktu dengan berjamaah adalah orang yang bersih dari dosa. Sesungguhnya shalat lima waktu itu menghilangkan dosa-dosa sebagaimana air menghilangkan kotoran. (HR Muslim). Selain itu, karena ia mendahulukan panggilan Allah dari panggilan selain-Nya.

( Pelajaran yang bisa dipetik )

Untuk itu, ketika azan berkumandang mari kita segera penuhi panggilan Allah untuk melaksanakan shalat pada awal waktu dengan berjamaah. Agar doa-doa kita mustajab dan mendapat kedudukan yang tinggi di sisi Allah SWT.

Kemudian merefleksikan hasil shalat tersebut dengan diperkuat ibadah sunnah lainnya seperti puasa agar lahir rasa qonaah, bersedekah bisa dengan tenaga yang ditunjukkan pemuda tsb, lalu berdakwah mencontohkan kepada orang lain sipemuda bela-belain shalat awal waktu, kemudian banyak istighfar dan berdzikir karena kekhilafan bisa terjadi kapan saja tanpa kita sadari.

HIKMAH

18.46 Posted by Racman D. Gummay No comments
KISAH REJEKI BERKAH SEORANG ABANG BECAK SHOLEH - Karena telah tiga kali kecelakaan kerja, Mang Ujang pun menjalani pemeriksaan kesehatan, ternyata ia sudah mengalami kemerosotan indera pendengaran. Pantas saja, kita harus berteriak kalau ngomong dengannya, harus kencang dan kadang diulang-ulang, beliau lebih mengerti gerakan mulut lawan bicara, suara kita tak terdengar jelas di telinganya. Maka ia berhenti bekerja namun tetap “orbit edarnya” di wilayah kompleks perumahan kami, menjadi seorang pengayuh becak.

Dalam kesehariannya saat tak mengayuh becak, beliau sering dimintai tolong oleh kami atau para penghuni kompleks lainnya, misalnya mengecat rumah, memperbaiki pagar, menata kebun/halaman, memotong rumput, menguras kolam ikan atau bak mandi besar, membetulkan atap rumah, ikut kerja bakti lingkungan RW atau menemani mudik ke desa. Sesekali beliau membantuku di halaman rumah, memunguti jambu, alias saya yang memanjat pohonnya, lalu dia yang memunguti buah jambu ketika keranjang yang kusodorkan dari atas telah penuh, sekaligus dialah yang menyapu dedaunan jambu tersebut.

Mang Ujang hanya menerima dengan ikhlas, berapa pun honor yang diberikan orang-orang atas pekerjaan ‘serba-bisa’-nya itu. Kalau ada yang bertanya blak-blakan, “Berapa yah yang harus saya bayar, Mang?” Beliau ini tetap hanya menjawab, “Seikhlasnya aja bu…”. Demikianlah akhirnya para tetangga sering saling tanya terlebih dahulu mengenai honor buat Mang Ujang agar ‘sama-sama enak’, maklumlah, tak sedikit pula yang kurang puas akan hasil pekerjaannya karena permasalahan pendengaran beliau, contohnya kalau disebutkan harus begini-begitu, bagian ‘ini-itu’, mungkin yang ia kerjakan hanya begini, trus tersisa pekerjaan bagian lainnya itu.

Di setiap akhir bulan masa gajian, tak cuma pundi-pundi rupiah Mang Ujang yang mengalir deras, (padahal jumlah nominal tidaklah seberapa, namun kalau terkumpul ‘tip’ dari pelanggan dadakan atau orang-orang yang sering ditolongnya, maka penghasilan beliau memang lumayan, berkah Allah mengiringi rezekinya), ada yang ikut membelanjakan beras buat keluarganya, susu, gandum, sirup, atau ada pula yang membelikan pakaian baru buat anak-anaknya.

Rezeki-Nya Maha Luas, dari sejak tidur nyenyak dengan nyaman, bangun tidur menghirup kesegaran oksigen dan air wudhu, bisa mendengar adzan, melihat mentari, membaca qur’an, rezeki sarapan, memperoleh teman-teman, punya sahabat yang amanah, dan seterusnya berlimpah ruah, selain rezeki keteguhan iman serta nikmat kesehatan nan teramat mahal, hingga memang tiada seorang pun yang bisa menghitung rezeki-Nya dalam kehidupan kita.

Beliau pernah bangkit dari keterpurukan, pernah menunjukkan bukti bahwa orang yang hebat adalah orang yang selalu bersyukur, meskipun apa yang dijalani ternyata tak sesuai keinginan diri.

Ayat indah-Nya, “…Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu padahal itu amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqoroh [2] : 216)

Mungkin saja sekarang kita bertanya ‘mengapa begini…mengapa begitu…’, kenapa jalan hidup terasa lebih terjal dan lebih berliku, ataukah diluar pemikiran dan perencanaan kita, dan sebagainya. Lalu suatu hari nanti kita akan berucap dalam nurani, “Subhanalloh… ternyata jalannya begini…ternyata yang dialami harus begitu. Ternyata Allah ta’ala memang menghendaki skenario terbaik buat kita semua…”, insya Allah selalu ada solusi buat orang-orang yang optimis di jalan-Nya.

Senin, 18 Maret 2013

Huuft

04.09 Posted by Racman D. Gummay No comments
Hmm
Hati ini terasa pilu melihat engkau bersamanya
Canda tawamu bersamanya membuat hati ini tersiksa
Sakit memang terasa di hati sangat amat menyesak
sungguh tak pernah terbayangkan rasa hancurnya hati ini

Engkau yang selalu di hati ini
engkau yang selalu aku cinta
engkau yang selalu aku sayang
sampai kapanpun engkau tetap lah di hatiku


Aku memang tak rela melepasmu
tapi hati ini tak mungkin memkasakmu
aku tak berdaya akan pilihanmu
setiap detik aku merasa semakin menjauhnya dirimu dari ku sayang

i love you Quroatul Jannah

Minggu, 17 Maret 2013

KELUARGA

11.15 Posted by Racman D. Gummay No comments
  MASA INDAH DENGAN SIBOCAH KECIL - Sikecil tersenyum penuh kelucuan dan kegemasan setiap orang yang memandang wajahnya yang imut dan lucu. Inilah Karunia Allah yaitu sibuah hati yang kadang sering tidak disadari merupakan harta yang sangat tinggi melebihi tingginya gedung yg tinggi.Si kecil dambaan hati setiap manusia insani. Sikecil walau mungkin ia keponakan, tapi terasa bagaikan anak sendiri. Sikecil walau pun ia anak tetangga juga, tapi sering terasa bagaikan anak sendiri.

Sikecil memiliki anugrah Ilahi memancarkan ketulusan hati nurani agar mengasihi melindungi mereka.

Bagi orangtua sikecil adalah motivasi. Namun diatas semua harus karena tujuan Ilahi yang menitipkannya. Mempersiakan agamanya, mendidiknya, mengurusnya dengan lantunan pendidikan Islami baik disekolah dan dirumah sendiri.

Wahai orangtua, janganlah merasa susah dan mengeluh, dan tidak memperhatikan bimbingan kepada sikecil.

Lihatlah tatapan mata bening, bila engkau mengeluhkan dunia, relakah kau tukar sikecil itu dengan satu kota jakarta misalnya ?

Relakah engkau tukar sikecil dengan satu pulau jawa ?

Sikecilmu adalah hartamu, nikmatilah masa-masa bersama sikecil, berkorbanlah ajarkan ia agama, jangan biarkan kelak ia menjadi sibesar yang bermasalah karena faktor didikan orangtuanya. Jadikanlah kelak sikecil yang mungil yang terdidik Islami kelak tak lama lagi akan tampil selalu mengingatkan kedua orangtuanya sholat diawal waktu dan membangunkan ayah bundanya bangun malam tahajud